Demokrasi Terpimpin

Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin yang Perlu Diterapkan di Indonesia

Demokrasi terpimpin merupakan istilah lain dari pemerintahan yang menganut landasan demokrasi otokrasi. Berdasarkan TAP MPRS No. VIII/MPRS/1965, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan adalah demokrasi terpimpin. Demokrasi tersebut menganut asa musyawara untuk bergotong royong membangun kekuatan progresif dan revolusioner. Ciri-ciri demokrasi terpimpin dapat Anda ketahui.

Cara mengetahui Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin

Anda dapat mengetahui secara jelas mengenai ciri-ciri demokrasi terpimpin disini namun sebelum itu, Anda harus mengetahui bahwa demokrasi terpimpin pertama kali diumumkan oleh Presiden Soekarno di sidang konstituante yang berlangsung pada tanggal 10 November 2016.

Setelah munculnya demokrasi terpimpin, disusul adanya dekrit presiden 5 Juli 1959. Adapun isi dekrit presiden yaitu UUDS 1950 tidak berlaku, UUD 1945 kembali diberlakukan, konstituante dibubarkan, pembentukan DPAS dan MPRS. Nah Anda sudah tahu mengenai awalnya ciri-ciri demokrasi terpimpin lahir. Berikutnya Anda bisa melihat ciri-ciri demokrasi terpimpin dibawah ini.

Peranan Partai Politik Dibatasi

Partai politik di Indonesia perlahan-lahan memudar sejak demokrasi terpimpin diberlakukan. Partai politik tidak diperkenankan untuk mengisi kekuasaan di pemerintahan, akan tetapi partai politik dijadikan sebagai pendukung untuk kebijakan yang ditetapkan oleh presiden. Keputusan preasiden menjadi segaris dengan peranan partai politik dalam melakukan inovasi pergerakan pemerintah.

Kekuasaan Didominasi oleh Presiden

Demrokasi terpimpin menganut asas presidensil, asas ini mengedepankan kekuasaan tertinggi dipegang oleh presiden. Sejak dicetuskannya Dekrit presiden 5 Juli 1959, negara Indonesia seluruhnya dibawah perintah pemimpin.

Kekuasaan yang didominasi membuat munculnya kesenjangan antara wakil rakyat dengan sistem kerja kabinet. Kekuasaan penuh membuat pemimpin dengan mudah membasmi sistem kerja kabinet yang kurang kompeten, terutama pada bidang politik.

Kekuatan Militer Semakin Kuat

Sejak demokrasi terpimpin, kekuatan militer makin menguat. Hal ini dibuktikan pada perkembangan militer semakin maju. Alasan kenapa kekuatan militer meningkat adalah untuk menjadi benteng negara. Selain itu militer juga memiliki peranan sebagai dwifungsi pemerintah. Bukti lain peranan militer menguat yaitu lembaga pemerintah sekarang dikomando oleh kemiliterah negara.

Demokrasi terpimpin memberikan kebebasan untuk menduduki kursi Dewan Perwakilan rakyat. Seperti yang Kita ketahui bahwa ada anggota kemiliteran yang ikut mencalonkan diri sebagai wakil rakyat tahun 1959.

Kebebasan Pers Dibatasi

Kebebasan pers mulai dibatasi oleh para pendukung pemerintah. Padahal kebebasan pers tersebut memiliki peranan penting dalam menyalurkan aspirasi rakyat terhadap pemerintah. Kebijakan pembatasan pers ini menyebabkan seluruh media masa tidak berani menulis berita yang macam-macam tentang pemerintah. Media masa mulai menutup diri agar tidak menimbulkan permasalahan dengan pemerintah.

Sentralisasi Pihak Pusat

Ciri-ciri demokrasi terpimpin berikutnya yaitu sentralisasi berada di pihak pusat yang menyebabkan beberapa penyimpangan. Beberapa penyimpangan yang menjadi gesekan dalam kondisi politik Indonesia yaitu tujuan sistem partai tidak jelas, kekuasaan penuh berada di sistem pemerintahan sehingga muncul kesenjangan, sentralisasi dikuasai oleh pusat & daerah, peranan para partai politik mulai lemah, kebebasan pendapat dibatasi, dan hak dasar warga negara sudah tidak dianggap lagi.

Penyimpangan ini mengakibatkan kesenjangan antara borjuis Indonesia dan PKI. Kedua parta tidak pernah akur, serta terus memanas sehingga mengakibatkan gerakan buruh tani. Akhirnya pendapatan ekspor mulai menurun, sampai terjadi inflasi tinggi.

Paham Komunis Berkembang

Partai Komunis Indonesia makin berkembang di demokrasi terpimpin era Soekarno. Pasalnya terdapat hubungan timbal balik antara PKI dan presiden Soekarno. Adapun hasil timbal balik yang didapat adalah PKI lebih mudah mendapatkan massa karena popularitas Soekarno. Sedangkan presiden merasa untung karena dinobatkan untuk memegang kekuasaan seumur hidup oleh PKI.

Itulah beberapa ciri-ciri demokrasi terpimpin yang bisa dipelajari. Demokrasi terpimpin akhirnya berakhir dengan adanya peristiwa G30 S/PKI. Kemudian muncul surat perintah sebelas Maret dari Presiden Soekarno. Surat ditujukan kepada Letjen Soharto untuk melaksanakan perintah presiden. Sampai terbentuknya pemerintah baru dipimpin oleh Letjen Soeharto.

Faktor yang Mempengaruhi Munculnya Ciri-ciri Demokrasi Terpimpin

Ciri-ciri demokrasi terpimpin tidak muncul sendiri di suatu negara, melainkan konsep ini muncul karena adanya beberapa faktor. Adapun faktor yang mempengaruhi demokrasi terpimpin bisa dilihat pada berikut.

  1. Munculnya persaingan antara partai politik satu dan lainnya yang tidak sehat
  2. Munculnya gerakan sparatis (gerakan mengambil kekuasaan). Gerakan sparatis bisa menyebabkan runtuhnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Undang Undang Dasar bentukan Badan Konstitusi dinilai kurang tepat, karena selama proses pembentukannya tidak dilandasi dengan kesepakatan bersama.
  4. Pada tahun 1959 Indonesia menerapkan demokrasi liberal (Parlementer) yang dinilai buruk karena menghambat perencanaan proses pembangunan negara.

Itulah beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi adanya demokrasi terpimpin. Jika demokrasi yang sebelumnya membawa dampak baik untuk pkv games negara maka, demokrasi terpimpin tidak akan pernah ada. Sayangnya demokrasi terpimpin juga mengalami perubahan, karena di akhir masa demkrasi terjadi kesenjangan antara partai politik PKI dengan lainnya.